Showing posts with label Mualaf. Show all posts
Showing posts with label Mualaf. Show all posts

Wednesday

Produser Film "Fitna" Pergi Haji dan Akan Mendirikan Partai Islam Pertama di Eropa

AFB - Produser film "Fitna" Arnoud Van Doorn berangkat haji ke Tanah Suci. Pria pembuat film yang menghina Nabi Muhammad SAW ini berangkat ke Makkah pada musim haji tahun ini untuk menebus dosa-dosanya. 

Dikutip dari Saudi Gazzette, Van Doorn yang memutuskan menjadi mualaf berangkat haji ke Makkah. Ia sudah memutuskan memeluk Islam 2012. Padahal, sudah bertahun-tahun ia mencoba menghasut agama Islam.

Van Doorn mengaku menyesal ikut ambil bagian dalam produksi Film Fitna. Ia pun memutuskan mengunjungi tempat suci umat Islam menebus dosa-dosanya. 

Ia menyatakan telah menemukan hatinya berada di dalam Islam. Ia pun berharap Allah menghapus doanya setelah pertobatan dirinya. ''Saya berharap air mati akan mencuci segala dosa setelah pertobatan,'' tutur Van Doorn, ditukil dari Saudi Gazzete.

Friday

Duta Besar Paraguay Untuk Indonesia Resmi Memeluk Islam

AFB - Teriakan takbir gemuruh di masjid Istiqlal, Jakarta, siang tadi selepas shalat Jumat. Duta Besar Paraguay untuk Indonesia, Cesar Esteban Grillon, mengucapkan dua kalimat syahadat.
Dikawal oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Musthafa Ya'qub, dan duduk di samping Menteri Agama Suryadharma Ali, Grillon lancar mengucapkan ikrar keislamannya. Sebenarnya, dia telah masuk Islam seminggu sebelumnya, acara kali ini adalah sebuah penegasan yang disaksikan langsung oleh umat Muslim di masjid tersebut.

"Saya yakin semua di dunia ini diciptakan punya tujuan. Ini adalah keputusan yang penting dalam hidup saya," kata pria 56 tahun ini dalam pernyataan singkatnya.
Mengenakan jas, peci hitam, berdasi dan bersarung coklat, sebelumnya Grillon telah mengikuti shalat Jumat, di shaf terdepan.

Dia mengatakan, telah tertarik mengenal Islam sejak beberapa bulan lalu. Mengutip pernyataan SBY yang ditemuinya Agustus lalu, usai Ramadhan, Indonesia tidak hanya melalui sebuah reformasi, tapi juga transformasi.

Saturday

Kisah Mualaf: Mantan Direktur NATO Masuk Islam

AFB - Namanya Wilfried Hoffman. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Hoffman meraih gelar Doktor di bidang ilmu hukum dan yurisprodensi dari Universitas Munich, Jerman tahun 1957. Pada tahun 1983-1987, ia ditunjuk menjadi direktur informasi NATO di Brussels.

Jerman sangat mengenal Hoffman, karena setelah bertugas di NATO, ia diangkat menjadi diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair tahun 1987 dan dubes di Maroko tahun 1990-1994. Karenanya, Jerman menjadi gempar seketika saat Hoffman menerbitkan buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif). Jerman terkejut, ternyata salah satu putra terbaiknya telah memeluk Islam.

Hoffman sebenarnya telah masuk Islam sejak lama, jauh sebelum bukunya dipublikasikan pada 1992. Ia masuk Islam bahkan sebelum bertugas ke Aljazair dan Maroko. Bagaimana ia mendapatkan hidayah?
Saat itu, Hoffman sangat prihatin pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dulu dianutnya dirasakannya tak mampu mengobati rasa kekecewaan dan keprihatinannya akan kondisi tersebut.

Hoffman juga memiliki sejumlah pertanyaan teologi yang belum terjawab, terutama mengenai dosa warisan. Ia juga tidak puas dengan jawaban mengapa tuhan memiliki anak dan harus pasrah disiksa hingga mati di kayu salib.

Wednesday

Muhammad Syafi'i Pasaribu, Anak Pendeta Yang Kini Menjadi Ustadz

AFB - Terlahir dengan nama Christian Pasaribu, Syafii adalah anak tunggal dari sebuah keluarga non muslim. Dia melalui jalan panjang dalam hidupnya hingga akhirnya menemukan Islam. Syafii mengalami kejolak dalam batinnya saat masih di usia muda. 

Pemuda yang lahir pada tanggal 17 Juli 1991 ini sudah ditinggal sang ibu saat baru menginjak sekolah dasar. Syafii lalu tumbuh di bawah asuhan sang ayah yang berprofesi sebagai pendeta. Besar di lingkungan keluarga yang taat dalam beragama, tidak mudah bagi Syafii saat memutuskan memeluk Islam. Apalagi hidayah itu menyapa Syafii ketika dia masih duduk di bangku SMA. 

Keyakinan terhadap agamanya yang lama mulai goncang saat Syafii sekolah di SMA. Bermula dari hobinya yang gemar membaca beragam buku, berdiskusi, bertanya dan mengkaji kitab sucinya, daya kritis Syafii justru muncul. Syafii merasakan ada kebimbangan dalam agamanya yang lama, terutama soal konsep ketuhanan. 

Kebimbangan itu mengarahkan pemuda yang saat itu baru berusia 17 tahun ini melirik ajaran Islam. Dia lalu banyak bertanya kepada teman-teman sebayanya yang muslim di sekolah soal Islam. Namun diskusi mereka tak memuaskan jiwa Syafii, hingga akhirnya seorang teman menyarankannya untuk bertanya kepada seorang guru agama Islam di sekolah bernama Pak Sudirman.

Tuesday

Elena Sharomova: Islam, Roti Penghilang Dahaga Spiritual

AFB - Eforia keberhasilan Uni Soviet mengangkasa menjadi latarbelakang pertumbuhan Elena Sharamova sewaktu kecil. Elena masih teringat bagaimana cerita hebat itu diceritakan berulang kali oleh orangtuanya. 

"Aku dibesarkan dalam cerita itu. Kira-kira, masyarakat Rusia kala itu percaya mereka sebentar lagi bisa melihat Tuhan," kenang dia seperti dikutip Onislam.net.

Di luar itu, kata dia, kehidupan masyarakat Rusia begitu monoton dan dibatasi. Cerita yang ada hanyalah ateisme, Lenin, Stalin, kalau pun ada cerita lain hanya bisa diceritakan dikeluarga saja. Lalu bagaimana dengan kehidupan agama, Elena mengaku kehidupan gereja mulai terjaga ketika mereka mendapatkan kekuasaan.

"Saat itu, masyarakat menaruh harapan pada gereja akan kehidupan yang lebih baik. Ini jadi semacam eforia massal," kata dia.

Monday

Fans Lady Gaga Temukan Hidayah Islam

AFB - Seorang remaja putri Amerika mengisahkan perjalanannya menuju hidayah Islam dalam sebuah video Youtube, dilansir dari kabar video onislam dan laman web muslimconvertstory.

Ia yang merupakan fans berat Lady Gaga itu merasakan bagai terbangun dari tidur panjangnya setelah menemukan Islam. Berderai air mata, gadis cantik berkerudung itupun mengatakan penyesalan yang sangat atas hidup hampanya dengan budaya musik pop.

Ketika mengenal Islam, ia merasakan perasaan yang sejuk dan damai bagai lahir kembali ke dunia. "Aku seperti tidur panjang selama 10 tahun. Selama ini aku merupakan fans Lady Gaga, fans budaya pop. Kemudian saat ini, aku merasa terbangun dengan Islam," ujarnya.

Ia memeluk Islam sejak 2004 lalu dan bersyahadat atas keinginannya sendiri. Saat itu usianya baru menginjak 10 tahun.

Tuesday

Kisah Sipir Penjara Guantanamo Masuk Islam

AFB - Terry Holdbrooks Jr, 29, kini memelihara janggut lebat. Jika pergi ke restoran dia akan memilih duduk di meja yang menghadap tembok. Dia juga kerap memalingkan wajah dari hadapan kamera.

Holdbrooks mengatakan dia mempelajari Islam sejak menjadi sipir di penjara Amerika Serikat di Teluk Guantanamo pada 2003-2004. Dia mengaku sering berdiskusi hingga larut malam dengan tahanan muslim selama bertugas di sana. Dari banyak diskusi itulah dia semakin mengenal Islam dan akhirnya memutuskan memeluk Islam, seperti dilansir Al.com. Dia menuturkan kisah hidupnya itu di Pusat Islam Huntsville, Amerika Serikat, Sabtu lalu, di hadapan sekitar 80 orang.

Terkait berita baru-baru ini tentang aksi mogok makan 102 tahanan dari total 166 orang tahanan Guantanamo, dia mengatakan para tahanan itu seharusnya sudah dibebaskan lima atau enam tahun lalu.

Thursday

Kagumi Al Quran, Joel Underwood Masuk Islam


AFB - "Awalnya aku tak tahu Alquran itu sesuatu yang agung. Aku membacanya karena berpikir di dalamnya ada pengetahuan tentang budaya Arab. Itu terjadi sebelum aku melakukan perjalanan ke Maroko," ujar Joel Underwood, pria Inggris yang tinggal di Kota Manchester. Ia tersenyum geli ketika mengawali kisah perjalanannya menuju hidayah Islam. Betapa tidak, ia kala itu menyangka Alquran sebagai buku panduan wisata. Namun, berkat ‘kebodohan’-nya itu, Joel justru menemukan hidayah.

Joel yang dibesarkan dalam keluarga Kristen. Demi menjadi seorang Kristiani yang taat, ia sangat rajin membaca dan memahami Alkitab. "Jika saya membaca Alkitab, saya akan membacanya dengan sangat hati-hati dan kritis dalam memahami isinya.''

Hingga beranjak dewasa, ia terus berusaha menjadi hamba yang taat. Kala itu, ia sama sekali tak mengenal agama Islam. ''Saya tak tahu apa pun tentang Islam. Tak kenal satu pun Muslim," ujar pria yang bekerja sebagai konsultan keuangan tersebut.



Saat menjadi mahasiswa di Amerika Serikat (AS) pun, ia belum mengenal agama rahmatan lil ‘alamin ini. Kampusnya yang berlokasi di wilayah timur laut AS didominasi warga kulit putih yang banyak berasal dari Inggris. Keragaman etnis dan agama sangat minim di sana. Maka, sangat kecil peluangnya untuk mengenal Islam. ''Saya mengenal Islam benar-benar dengan perjalanan saya sendiri yang muncul dengan cara yang bahkan tak pernah bisa saya bayangkan," ujar Joel.

Jadi, bagaimana Joel mengenal Islam? Peristiwa kelam 11 September-lah yang menjadi titik tolaknya. Menyusul tragedi itu, ia mulai mendengar desas-desus mengenai Islam dan Muslim. Namun saat itu, ia belum ada keinginan sedikit pun untuk mencari tahu tentang Islam.
Keinginan untuk lebih memahami Islam mulai muncul ketika Joel berencana melakukan perjalanan ke Maroko. Saat itu, ia mencari referensi yang dapat memberikannya petunjuk umum tentang Maroko. Anehnya, Joel bukannya membaca buku panduan wisata, melainkan justru membaca Alquran.
***
“Saya pikir dari situ akan menemukan sedikit tentang budaya sebuah negara Islam dan tahu bagaimana harus bersikap. Saat itu, saya tidak tahu kandungan Alquran dan pesan yang terkandung di dalamnya karena saya belum pernah melihat kitab ini sebelumnya,'' kata Joel sembari tersenyum lebar.

Di luar dugaannya, begitu membaca Alquran, Joel langsung jatuh hati dan ingin mempelajari-nya  Lucunya, setelah enam bulan membacanya, Joel baru tahu bahwa Alquran merupakan Kitab Suci umat Islam. "Saya tahu itu buku agama, tapi saya tidak menyangka bahwa itu adalah Kitab Suci umat Islam karena saya tidak pernah melihat sebelumnya. Aku juga tidak tahu bahwa Alquran ternyata ‘nyambung’ dengan sejarah Kristen atau Yahudi. Aku tidak tahu bagaimana semuanya berkaitan.''

Makin penasaran Saat di Maroko, Joel makin penasaran dengan Alquran. Ketika berkunjung ke berbagai tempat di Maroko, Joel yang melancong bersama sang istri merasa terus ingin membaca Kitabullah. Joel tak tahu mengapa bisa begitu. Hal yang pasti, ketika pertama kali membaca Alquran, ia telah terpesona dengan kekayaan isinya.

Ketika pulang dari Maroko, Joel memutuskan untuk lebih banyak mempelajari Alquran. Suatu kali ketika berjalan-jalan di Kota New Hampshire, ia melihat sebuah iklan penggalangan dana yang dibuat sebuah yayasan Islam. Ia sudah lupa nama yayasan itu. Dan yang jelas, Joel langsung menghubungi yayasan itu dengan tujuan mengenal Islam. ''Saya tidak tahu yayasan itu, tapi saya pikir ini adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui tentang Islam," kata Joel.
***

Singkat cerita, yayasan tersebut membuat Joel mengenal beberapa orang. Merekalah yang kemudian memberikan beberapa informasi tentang Islam. Dari mereka pula, Joel kemudian mengenal seorang Muslim yang kemudian menunjukkannya pada Masjid New Hampshire. Di sanalah, Joel kemudian mempelajari Alquran.

Tak menyia-nyiakan informasi itu, segera saja Joel menuju masjid itu. Saat tiba di sana, ia merasa senang karena disambut dengan baik. Tak ada sedikit pun prasangka negatif dari Muslimin terhadapnya. ''Tak ada orang berkata, 'apa yang kaulakukan di sini?' Atau 'Anda tidak cocok di sini’." “Mereka sangat ramah dan mendukung-ku  Mereka justru mendatangi saya dan menanyakan 'bagaimana saya dapat membantu Anda?' Jadi, aku diterima dengan sangat hangat," tuturnya bahagia. Tak lama kemudian, Joel pun mengucap syahadat dan memeluk Islam.
***

Yakin Selalu Istiqamah Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi Muslim, ia harus yakin bahwa Islam akan menjadi pegangan seumur hidup. Jadi, tidak bisa sekadar coba-coba. Hal itu pula yang tertanam di benak Joel ketika hendak berislam. ''Anda tidak bisa mengatakan bahwa saya akan menjadi Muslim selama beberapa tahun saja dan berkata, 'oh, ini sulit bagi saya' dan kembali pada keyakinan sebelumnya,'' kata Joel.
Menurut dia, banyak mualaf yang masih berpikir seperti itu sehingga mereka sulit mempertahankan hidayah yang telah didapat. Joel yakin, ia bukan tipe mualaf seperti itu. Ia yakin akan selalu Istiqamah dengan keislamannya dan menjadi seorang Muslim yang saleh. Di lubuk hatinya ter-dalam  telah tertanam pula tekad untuk tidak melepaskan hidayah yang telah diperolehnya dengan cara unik dan luar biasa. "Jadi, saya berkomitmen bahwa saya harus memeluk agama ini seumur hidup.''


ROL.

Saturday

Alhamdulillah, Politisi Anti Islam Belanda Kini Masuk Islam

Belanda (AFB) - POLITISI Belanda dari Partai PVV, Arnoud van Doord, yang selama ini vokal menentang Islam, pada 28 Februari 2013 ia mengumumkan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat lewat tweetnya dalam bahasa arab.

Dengan tweetnya yang mengejutkan itu, seketika berita tentang keislaman nya menyebar secepat kilat ke berbagai media Belgia, Belanda, dan Eropa.

Dengan kabar van Doorn masuk Islam, tentu membuat banyak masyarakat Eropa khususnya Belanda tidak percaya, karena sikap van Doorn yang dikenal anti Islam.

Dalam sebuah wawancara via telepon oleh media Joop, van Doorn membenarkan bahwa memang ia telah menjadi seorang Muslim.

Van Doorn tidak mau menjelaskan secara detail alasan ia msuk Islam, menurutnya ibadah dan akidah l adalah masalah privasi yang harus dijaga dan tidak diumbar.

Masjid As-Sunnah di Den Haag yang menjadi tempat van Doorn menyatakan keislamannya membenarkan konfirmasi berita ini.

Van Doorn berkata, “sangat disayangkan sekali komentar penuh kebencian tentang keputusan saya ini di jejaring sosial, terima kasih atas dukungan positif dan responsif yang mendukung keputusan saya masuk islam”.

POL.