Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Tuesday

Rahasia Sukses Berbisnis Ala Rasulullah SAW

AFB ~ Rahasia Sukses Berbisnis ala Rasulullah SAW. Kesuksesan adalah suatu impian setiap orang, Begitu juga dengan para Pebisnis
/Pengusaha.

Berbicara tentang kesuksesan dalam berbisnis, Rasulullah adalah teladan kita. Kesuksesan Beliau dapat kita pelajari Dan ikuti. Karena menurut Rasulullah, perniagaan adalah salah satu pintu rizki yang utama Dan menguntungkan.


Rasulullah pun telah membuktikannya, bagaimana perniagaan dapat memberikan keuntungan yang luarbiasa. Apa saja rahasia kesuksesan yang diterapkan oleh Rasulullah saw sehingga beliau bisa mengembangkan bisnisnya diberbagai penjuru dunia? Mari kita telusuri.

Menurut Prof. Laode, PH.D dalam buku Rasulullah Business’ School, ada 12 rahasia bisnis Rasulullah yang dapat kita pelajari dan kita terapkan dalam mengembangkan bisnis, diantara-nya adalah :

Saturday

Kunci Kebahagiaan


AFB ~ Kunci mengapai kebahagiaan. Semua manusia pasti menginginkan hidupnya bahagia. Hanya saja tidak semua orang memahami hakekat hidup bahagia. Ada yang memaknainya sekedar hidup senang: sandang, pangan, dan papan berkecukupan.

Ada pula yang mengartikannya hidup damai: bersosial, bekerja sama, tidak menyakiti dan membuat konflik dalam masyarakat. Islam memberikan resep bahagia bukan hanya fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah, tapi juga terbebas dari siksa neraka.
 
Makna bahagia yang terangkum dalam doa sapu jagat itu menunjukkan bahagia itu berdimensi fisik-material dan mental-spiritual-sosial, serta berjangka pendek dan jangka panjang.

Hakekat hidup bahagia, menurut Syaikh Habib Al-Kazhimi, adalah memperoleh ridha Allah SWT dengan memahami dan mewujudkan tujuan penciptaan dan eksistensi manusia di dunia ini, yaitu beribadah kepada-Nya dalam arti luas.

 
Indikator sekaligus kiat-kiat meraih hidup bahagia dapat diukur dan ditempuh dengan lima hal. Pertama, berusaha untuk selalu hidup sesuai tuntunan syariat Islam, tidak menyalahinya baik dalam hidup sebagai individu, bermasyarakat, maupun bernegara.

Wednesday

Kisah Inspiratif Teka - teki Imam Al Ghazali


AFB ~ Kisah inspiratif teka - teki Imam Al Ghazali ini sangat menginspirasi para muslimin Dan muslimat agar senantiasi menjadi pribadi yang baik, Taat, Amanah, Menahan Hawa nafsu dan menjaga lisan/ucapan.

Berikut ini Teka - teki Imam Al Ghazali kepada Murid - murid- nya:

√ Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”

Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).



√ Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”

Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Thursday

Kisah Nelson Mandela dan Batik


AFB - Filosofi pembuatan batik yang memerlukan kesabaran dan keharmonisan merupakan cermin kuat dari kepribadian Nelson Mandela. Nelson Mandela dikenal sebagai tokoh yang gemar mengenakan batik.

Peraih Nobel Perdamaian 1993 ini memakai kemeja bermotif batik pada banyak acara resmi, termasuk pada acara penutupan Piala Dunia 2010 yang digelar di negara kelahiran dan tanah penjuangannya, Afrika Selatan.

Kisah Islami: Kesederhanaan Rasulullah dalam Kemakmuran


AFB - Pada masa Rasulullah memimpin masyarakat Madinah, selaku orang besar ia justru paling melarat, walaupun warga Madinah hidup berkecukupan.

Pada suatu hari, ketika Rasulullah mengimami Shalat Isya berjamaah, para sahabat yang jadi makmum dibuat cemas oleh keadaan nabi yang agaknya sedang sakit payah. Buktinya, setiap kali ia menggerakkan tubuh untuk rukuk, sujud dan sebagainya, selalu terdengar suara keletak-keletik, seakan-akan tulang-tulang Nabi longgar semuanya.

Maka, sesudah salam, Umar bin Khatab bertanya,”Ya, Rasullullah, apakah engkau sakit?”.

“Tidak, Umar, aku sehat,” jawab Nabi.

“Tapi mengapa tiap kali engkau menggerakkan badan dalam shalat, kami mendengar bunti tulang-tulangmu yang berkeretakan?”.

Sunday

Kisah Islami: Pergi Haji Karena Menunda Berhaji


AFB - Setelah sekian lama menabung, mengumpulkan lembar demi lembar rupiah dari hasil berjualan, terkumpullah dalam tabungan Pak Ahmad sejumlah uang yang cukup untuk membayar ongkos naik haji (ONH). Impian sejak muda untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci sebentar lagi akan terwujud. Doa-doa yang senantiasa terucap selepas shalat taklama lagi akan menjadi kenyataan.

Pak Ahmad bukanlah orang kaya. Dia hanyalah penjual es yang harus bekerja ekstra keras agar bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk berhaji. Kuatnya keinginan Pak Ahmad untuk berhaji menjadikan dia mampu berdisiplin menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung-kan.

Sebenarnya, ada sedikit rasa "tidak enak" dalam hati Pak Ahmad. Uang yang dikumpulkannya itu hanyalah cukup untuk melunasi Ongkos Naik Haji(ONH) untuk dirinya sendiri, namun tidak untuk istrinya. Padahal, uang itu terkumpul karena bantuan istrinya juga.

Tuesday

Tips Hidup Sehat Rasulullah SAW

AFB - TIPS SEHAT ALA RASULULLAH. Rasulullah sentiasa rapi pada setiap Kamis dan Jumat dengan memakai wangian, bercukur dan memotong kuku.

Makan Sekedarnya

Makan bila lapar dan berhenti sebelum kenyang, jika berlebihan akan membahayakan kesehatan dan mendatangkan penyakit.

Berjalan Kaki

Rasulullah selalu berjalan ke masjid, pasar, medan perang atau mengunjungi rumah sahabat. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori tubuh terbuka dan peredaran darah menjadi lancar, dengan demikian mampu mencegah penyakit termasuk penyakit jantung.

Meredam Amarah

Dalam sebuah hadis, seseorang berjumpa Rasulullah dan meminta beberapa nasehat dar Baginda. Baginda berkata 'jangan marah', dan saat diminta lagi nasehat seterusnya, baginda hanya mengulangi 'jangan marah'. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan manusia bukanlah terletak pada Fisik semata-mata tapi juga kesehatan jiwa dan mental.

Sabar

Baginda Rasul adalah seorang yang paling sabar, optimis dan gigih. Sikap ini akan memberikan dampak positif terhadap psikologi manusia.

Wednesday

Produser Film "Fitna" Pergi Haji dan Akan Mendirikan Partai Islam Pertama di Eropa

AFB - Produser film "Fitna" Arnoud Van Doorn berangkat haji ke Tanah Suci. Pria pembuat film yang menghina Nabi Muhammad SAW ini berangkat ke Makkah pada musim haji tahun ini untuk menebus dosa-dosanya. 

Dikutip dari Saudi Gazzette, Van Doorn yang memutuskan menjadi mualaf berangkat haji ke Makkah. Ia sudah memutuskan memeluk Islam 2012. Padahal, sudah bertahun-tahun ia mencoba menghasut agama Islam.

Van Doorn mengaku menyesal ikut ambil bagian dalam produksi Film Fitna. Ia pun memutuskan mengunjungi tempat suci umat Islam menebus dosa-dosanya. 

Ia menyatakan telah menemukan hatinya berada di dalam Islam. Ia pun berharap Allah menghapus doanya setelah pertobatan dirinya. ''Saya berharap air mati akan mencuci segala dosa setelah pertobatan,'' tutur Van Doorn, ditukil dari Saudi Gazzete.

Monday

Memahami Makna Idul Adha(qurban)

AFB - Pada bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.

Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.

Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan dengan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.

Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah SWT melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan-nya kepada Allah SWT. Model ketakwaan Nabi Ibrahim AS ini patut untuk kita teladani.

Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.
Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.

Hal ini senada dengan apa yang digaungkan Imam Syatibi dalam magnum opusnya al Muwafaqot. Menurut Syatibi, satu diantara nilai universal Islam (maqoshid al syari’ah) adalah agama menjaga hak hidup (hifdzu al nafs). Begitu pula dalam ranah fikih, agama mensyari’atkan qishosh, larangan pembunuhan dll. Hal ini mempertegas bahwa Islam benar-benar melindungi hak hidup manusia.
     
Nabi Ismail rela mengorbankan dirinya tak lain hanyalah demi mentaati perintahNya. Berbeda dengan para teroris dan pelaku bom bunuh diri. Apakah pengorbanan yang mereka lakukan benar-benar memenuhi perintah Tuhan demi kejayaan Islam atau justru sebaliknya? Para teroris dan pelaku bom bunuh diri jelas tidak sesuai dengan nilai universal Islam. Islam menjaga  hak untuk hidup, sementara mereka—dengan aksi bom bunuh diri— justru mencelakakan  dirinya sendiri.

Di samping itu, mereka juga membunuh rakyat sipil tak bersalah, banyak korban tak berdosa berjatuhan. Lebih parah lagi, mereka  bukan membuat Islam berwibawa di mata dunia, melainkan menjadikan Islam sebagai agama yang menakutkan, agama pedang dan sarang kekerasan. Akibat aksi nekat mereka ini justru menjadikan Islam laksana ”raksasa” kanibal yang haus darah manusia.

Imam Al Ghazali dalam Ihya ’Ulumuddin pernah menjelaskan tentang tata cara melakukan amar ma’ruf nahi munkar.  Menurutnya, tindakan dalam bentuk aksi pengrusakan, penghancuran tempat kemaksiatan adalah wewenang negara atau badan yang mendapatkan legalitas negara. Tindakan yang dilakukan Islam garis keras dalam hal ini jelas tidak prosedural.
 
Sudah semestinya dalam melakukan amar makruf nahi munkar tidak sampai menimbulkan kemunkaran yang lebih besar. Bukankah tindakan para teroris dan pelaku bom bunuh diri ini justru merugikan terhadap Islam itu sendiri ?. Merusak citra Islam yang semestinya mengajarkan kedamaian dan rahmatan lil ’alamin. Ajaran Islam yang bersifat humanis, memahami pluralitas dan menghargai kemajemukan semakin tak bermakna.

Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.

Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan  terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.

Meski waktu pelaksanaan penyembelihan kurban dibatasi (10-13 Dzulhijjah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ’berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha.

Selamat Hari Raya Idhul Adha... Semoga Semangat ber-qurban menambah rasa solidaritas dan jiwa sosial kita kepada sesama umat manusia....

PSVirtual

Wednesday

Inspirasi: Cara Rasulullah SAW Memuliakan Istri-Nya

AFB - Alangkah baik kita menjadikan rumah tangga Rasulullah SAW sebagai teladan utama. Inilah potret rumah tangga yang diliputi berkah dan bertabur cinta. Panutan umat se jagat ini adalah sosok suami yang pandai mengistimewakan istri.

Beliau biasa memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira, yang kemerah-merahan pipinya. Kadang juga Aisy, yang dalam budaya Arab, pemenggalan huruf terakhir dari nama itu menunjukan panggilan manja sebagai tanda sayang. Tidak ada wanita yang tidak ter sanjung dipanggil demikian oleh suaminya.

Di tengah kesibukan mengurus umat, Rasulullah juga mampu menjaga keintiman bersama istri. Perhatikan penuturan Aisyah berikut. “Aku pernah mandi janabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air. Tangan kami bergantian mengambil air.” (HR Bukhari dan Muslim). Rasulullah juga pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau pernah makan daging yang sudah digigit Aisyah (HR Muslim).

Kemesraan bahkan tetap dilakukan Rasulullah ketika istri sedang dalam keadaan haid. Simak penuturan Ummu Salamah. “Ketika aku tiduran bersama Rasulullah di lantai, tiba-tiba aku haid. Aku keluar mengambil pakaian haid ku. Beliau bertanya, ‘Mengapa kamu, apakah kamu haid?’ Aku menjawab, ‘Ya’. Beliau lalu memanggil ku, dan aku tidur bersama beliau di lantai yang rendah.”

Rasulullah memang begitu memuliakan istri. Boleh jadi sebagian suami lebih nyaman keluar rumah bersama rekan, meninggalkan istri di rumah. Perhatikan sikap Rasulullah, sebagaimana kesaksian Aisyah. “Ketika hendak melakukan sebuah perjalanan, Nabi biasa membuat undian di antara para istri beliau. Siapa yang namanya keluar undian, dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah.” (HR Bukhari dan Muslim).
 

Saturday

Kisah Mualaf: Mantan Direktur NATO Masuk Islam

AFB - Namanya Wilfried Hoffman. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Hoffman meraih gelar Doktor di bidang ilmu hukum dan yurisprodensi dari Universitas Munich, Jerman tahun 1957. Pada tahun 1983-1987, ia ditunjuk menjadi direktur informasi NATO di Brussels.

Jerman sangat mengenal Hoffman, karena setelah bertugas di NATO, ia diangkat menjadi diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair tahun 1987 dan dubes di Maroko tahun 1990-1994. Karenanya, Jerman menjadi gempar seketika saat Hoffman menerbitkan buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif). Jerman terkejut, ternyata salah satu putra terbaiknya telah memeluk Islam.

Hoffman sebenarnya telah masuk Islam sejak lama, jauh sebelum bukunya dipublikasikan pada 1992. Ia masuk Islam bahkan sebelum bertugas ke Aljazair dan Maroko. Bagaimana ia mendapatkan hidayah?
Saat itu, Hoffman sangat prihatin pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dulu dianutnya dirasakannya tak mampu mengobati rasa kekecewaan dan keprihatinannya akan kondisi tersebut.

Hoffman juga memiliki sejumlah pertanyaan teologi yang belum terjawab, terutama mengenai dosa warisan. Ia juga tidak puas dengan jawaban mengapa tuhan memiliki anak dan harus pasrah disiksa hingga mati di kayu salib.

Thursday

Kisah Islami: Abdullah bin Mas`ud, Pembaca Al-Qur`an nya Rasulullah SAW

AFB - Tak berapa lama setelah memeluk Islam, Abdullah bin Mas’ud mendatangi Rasulullah dan memohon kepada beliau agar diterima menjadi pelayan beliau. Rasulullah pun menyetujuinya. Sejak hari itu, Abdullah bin Mas’ud tinggal di rumah Rasulullah. Dia beralih pekerjaan dari penggembala domba menjadi pelayan utusan Allah dan pemimpin umat. Abdullah bin Mas’ud senantiasa mendampingi Rasulullah bagaikan layang-layang dan benangnya. Dia selalu menyertai kemana pun beliau pergi.

Dia membangunkan Rasulullah untuk shalat bila beliau tertidur, menyediakan air untuk mandi, mengambilkan terompah apabila beliau hendak pergi dan membenahi nya apabila beliau pulang. Dia membawakan tongkat dan siwak Rasulullah, menutup kan pintu kamar apabila beliau hendak tidur.

Bahkan Rasulullah mengizinkan Abdullah memasuki kamar beliau jika perlu. Beliau memercayakan kepadanya hal-hal yang rahasia, tanpa khawatir rahasia tersebut akan terbuka. Karenanya, Abdullah bin Mas’ud dijuluki orang dengan sebutan “Shahibus Sirri Rasulullah” (pemegang rahasia Rasulullah).

Saturday

Kisah Inspiratif: Menghadapi Rintangan

AFB - Pada jaman dahulu hiduplah seorang raja yang arif dan bijaksana dengan rakyat yang hidup sejahtera dan bahagia. Suatu hari Raja ingin menguji kepedulian rakyatnya terhadap sesama.

Di sebuah persimpangan jalan, setelah mengamati keadaan sekitar, Raja memerintahkan ajudan nya untuk meletakkan batu besar tepat di tengah jalan untuk menghalangi jalan tersebut. Lalu ia dan pembantunya bersembunyi dan mengamati untuk melihat apakah akan ada yang akan berusaha memindahkan batu penghalang besar tersebut.

Beberapa pedagang kaya dan tamu-tamu istana yang melintas hanya melewati batu tersebut tanpa berusaha meminggir kan nya. Bahkan banyak yang justru mengumpat dan menyalahkan Raja karena tidak berbuat apa-apa untuk menjaga jalan tersebut tetap lapang dan nyaman untuk dilalui.

TIPS MENATA HATI dalam PERGAULAN


AFB - Orang yang berbuat baik kepada kita bukan karena kita bersikap baik, tapi karena orang lain yang bersikap baik dan mau mengerti kita, maka berusahalah agar mudah dimengerti orang lain.

Pergaulan yang benar adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.

AKU BUKAN ANCAMAN BAGIMU
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari)

Hindari penghinaan
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.

Hindari ikut campur urusan pribadi
Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan menimbulkan keberangan.


Hindari memotong pembicaraan
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian di koreksi dengan cara yang arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam mendengar dan mengorek-si dengan cara yang terbaik pada waktu yang tepat.

Hindari membandingkan 
Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penampilan, harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak berharga, rendah atau merasa terhina.

Jangan membela musuh, mencaci kawan
Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencaci kawannya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang obyektif, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahapan.

Hindari merusak kebahagiaan orang lain
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan merusak kebahagiaanya. Misalkan ada seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tahu persis bahwa barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia mendapatkan oleh-oleh tersebut.

Jangan mengungkit masa lalu
Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutupi. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin disembunyikan nya, termasuk diri kita, maka jangan pernah usil untuk mengungkit dan membeberkan nya, hal seperti ini sama dengan mengajak bermusuhan.

Jangan mengambil hak orang lain
Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan terhadap hak seseorang akan menimbulkan rasa tidak suka dan perlawanan yang tentu akan merusak hubungan.. Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.

Hati-hati dengan kemarahan
Bila anda marah, maka waspadalah karena kemarahan yang tak terkendali biasanya menghasilkan kata dan perilaku yang keji, yang sangat melukai, dan tentu perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan mana pun. Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak usah sungkan untuk meminta maaf andai kata ucapan dirasakan berlebihan.

Jangan menertawakan orang lain
Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang adalah karena kekurangan nya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya, dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.

Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau mulut 
Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan, bau badan atau mulut kita, karena penampilan atau bau badan yang tidak segar akan membuat orang lain merasa terusik kenyamanan nya, dan cenderung ingin menghindari kita.


AKU MENYENANGKAN BAGIMU

Wajah yang selalu cerah ceria
Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah bersabda, "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hibur lah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta". (Sunan Abu Dawud).

Senyum tulus 
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun, senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan. Senyum tidak dimiliki oleh orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan orang yang busuk hati.

Kata-kata yang santun dan lembut
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan sampaikan dengan cara yang lembut, karena sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang menyenangkan. Hindari kata yang kasar, menyakitkan, merendahkan, mempermalukan, serta hindari pula nada suara yang keras dan berlebihan.


Aa Gym.

Wednesday

Akhlak Bertetangga Dalam Islam

AFB - Didalam kehidupan ini, kita menyadari bahwa terwujudnya suatu masyarakat tidak dapat dipisahkan dari unsur tetangga, sebagai saudara terdekat dari keluarga dan kerabat sendiri.

Islam mengajarkan bahwa sesama Muslim adalah saudara, serta dianjurkan untuk berbuat baik, dan saling tolong-menolong dalam rangka menuju kebaikan sesuai yang di ridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah SWT Berfirman : “Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu adalah Bersaudara, karena itu damaikanlah antara saudaramu (yang berselisih), dan Bertakwalah kepada ALLAH agar kamu mendapat Rahmat.”(QS. Al Hujurat : 10)

Manusia tidak dapat melepaskan diri, dari dinamika kehidupan bermasyarakat dan bertetangga, interaksi yang terjadi satu sama lain didalamnya, akan mempengaruhi kenyamanan, keharmonisan dan kebahagiaan dalam kelangsungan kehidupan.

Tetangga sebagai saudara terdekat, mempunyai tempat khusus dalam Islam, dengan demikian membina hubungan harmonis dengan tetangga, merupakan hal yang harus kita perhatikan, karena ketika terjadi suatu musibah atau hal-hal yang dialami suatu keluarga, maka tetangga lah yang pertama kali akan menolong, dan mengulurkan bantuannya dibandingkan, dengan saudara yang jauh dari tempat tinggalnya.

Sebagai Muslim sudah selayaknya kita, senantiasa, memperhatikan, menjaga, memelihara dan membina hubungan baik dengan tetangga, karena baik buruknya bertetangga, merupakan ukuran iman seseorang, sebagaimana yang terkandung dalam Hadits dibawah ini.

“ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu” Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda” Barangsiapa yang Beriman kepada ALLAH dan hari akhir, Hendaklah berlaku baik terhadap Tetangganya, Barangsiapa yang Beriman kepada ALLAH dan hari akhir, Hendaklah memuliakan Tamunya, Dan Barangsiapa Beriman kepada ALLAH dan hari akhir Hendaklah berkata-kata baik atau diam”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits diatas mengandung makna, Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam” Menganjurkan dan menyeru kepada kita umatnya dan seluruh manusia, untuk melakukan Akhlaq yang baik terhadap tetangganya, termasuk didalamnya memelihara hak-haknya, dan berbuat Ikhsan kepadanya, dengan segala macam kebaikan sesuai kemampuan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“ Tidak dapat masuk Surga orang yang Tetangganya, tidak merasa aman dari Gangguan nya”. (HR. Muslim).

Menurut ketentuan yang disebut tetangga, ialah keluarga yang bertempat tinggal di sekitar tempat tinggal masing-masing, yaitu antara empat atau lima puluh rumah, dari setiap arah kiri, kanan, muka dan belakang.

Mengenai adab dan berbuat baik terhadap tetangga, Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, memberikan bimbingan kepada kita tentang hal ini.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman : “Sembahlah ALLAH dan Janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan Berbuat Baiklah kepada kedua orang Ibu-Bapak, Karib Kerabat, Anak-anak Yatim, orang-orang Miskin, Tetangga yang dekat dan Tetangga yang jauh, Teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. ALLAH tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An Nisa : 36 ).

Senantiasa menolong jika tetangga minta pertolongan, membantunya jika ia meminta bantuan, menjenguk nya bila ia sakit, mengucapkan selamat kepadanya jika ia bahagia, memulai mengucapkan salam kepadanya, menghiburnya jika mendapat musibah.

Berkata kepadanya dengan lemah lembut, dan penuh kesantunan, memaafkan kesalahannya, tidak menyusahkan dengan bangunan atau jalannya, tidak mengintip auratnya, tidak menyakiti dengan air yang mengenainya atau kotoran yang dibuang di depan rumahnya, dan membimbingnya kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan agama dan dunianya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“ Sebaik-baik kawan menurut Penilaian ALLAH, adalah orang yang paling baik terhadap kawan, Dan Sebaik-baik tetangga menurut Penilaian ALLAH adalah orang yang terbaik terhadap Tetangganya.” (HR. At Tirmidzi).


Semoga bermanfaat...

Kisah Sang Gubernur Yang Miskin


AFB - Pada masa khalifah Umar bin Khattab, ada seorang gubernur yang ditugaskan di Syiria. Dia bernama Said bin Amir, ia adalah seorang pemimpin yang baik, jujur dan sangat dicintai rakyatnya. Tapi dia hidup dalam keprihatinan. Dia bukan orang kaya, rumahnya tidak mewah, tidak memiliki kendaraan dinas dan tidak mau menggunakan fasilitas negara.

Suatu hari, ada serombongan rakyat Syiria yang datang menghadap Khalifah Umar bin Khattab, lalu khalifah berkata kepada mereka: coba kalian tuliskan nama-nama orang miskin yang ada di Syiria, saya akan membagikan bantuan kepada mereka dari baitul mal. Mereka pun menulis nama-nama penduduk Syiria yang miskin salah satunya adalah Said bin Amir. 

Membaca daftar nama-nama tersebut, khalifah Umar bin Khattab terkejut sambil berkata, “Siapa Said bin Amir ini ? Mereka menjawab: Dia adalah gubernur kami, wahai khalifah.'' “Gubernur kalian miskin ?“ tanya Khalifah. “Benar, wahai khalifah,“ jawab mereka serempak “Bahkan sudah beberapa hari ini kami lihat istrinya tidak memasak apapun.”

Lalu Khalifah Umar bin Khattab menangis tersedu-sedu sambil memasukkan uang seribu dinar ke dalam kantong, lalu ia berkata : “Bawa ini ke gubernur kamu, dan serahkan ini untuk biaya hidupnya”. Rombongan itu kembali ke Syiria dan menyerahkan amanat dari khalifah kepada gubernur, saat membuka isi kantong, Said bin Amir berucap dengan kencangnya ; Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, telah datang kepada ku dunia yang akan merusak akhirat-ku.'' Istrinya lalu berkata : “ Lenyap-kan saja dunia itu wahai suamiku.. Atas persetujuan istrinya,  Said bin Amir membagi-bagikan uang seribu dinar tersebut kepada rakyat-nya.

Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab datang mengunjungi Syiria untuk melihat situasi umat Islam di sana, lalu menanyakan rakyat Syiria tentang apa yang diperbuat Said bin Amir, sang gubernur. Karena ini adalah kesempatan yang sangat langka bisa bertemu dengan Khalifah Umar bin Khattab, rakyat pun mengadukan tiga hal tentang gubernur mereka. Namun khalifah sudah memanggil Gubernur tersebut sebelumnya untuk bersama-sama mendengarkan keluhan rakyat Syiria.

Seorang rakyat mengadu, “Gubernur kami selalu datang terlambat dalam bekerja, dia baru datang manakala hari sudah hampir siang.” Khalifah Umar bin Khattab meminta Said bin Amir menjelaskan hal tersebut. Said
bin amir berkata “Demi Allah, sebenarnya saya tidak ingin mengatakan hal ini. Tiap pagi saya bekerja membuat roti untuk keluarga karena saya tidak memiliki pembantu, setelah semuanya siap, barulah saya berwudhu dan keluar untuk bekerja menemui rakyat.''

Lalu khalifah berkata lagi. “Apalagi yang kalian keluh-kan dari gubernur kalian?” Seorang rakyat berbicara “Kalau malam tiba gubernur kami tidak mau menerima tamu siapapun.'' Lalu gubernur menjawab, “Aku membagi waktuku, siang aku gunakan untuk bekerja dan mengurusi urusan dunia, malam hari aku gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.''

Khalifah berkata lagi, “Apalagi keluhan kalian?“ Seorang rakyat kembali berkata “Setiap bulan gubernur memiliki satu hari yang tidak mau diganggu oleh siapapun.” Gubernur menjawab, “Aku tidak memiliki pembantu yang mencucikan pakaian, dan aku juga tidak memiliki pakaian kecuali yang aku pakai ini, pada hari itu, aku mencuci pakaianku dan aku menunggunya sampai kering sehingga aku tidak bisa menemui rakyatku, setelah pakaianku kering pada sore hari barulah aku pakai lagi dan menemui rakyatku.” Khalifah Umar bin Khattab pun berdecak kagum sambil mengucap Subhanallah.

Subhanallah... Masih adakah seorang pemimpin yang seperti itu saat ini? Semoga saja masih ada pemimpin yang amanah dan tidak terlena dengan kekuasaan. Sehingga lebih mementingkan urusan rakyatnya dengan tidak meninggalkan urusan Akhirat-nya... Karena, Setiap Pemimpin akan di mintai pertanggungjawaban-nya atas apa yang di pimpin-nya di hadapan Sang Pencipta-Nya....

Saturday

Pesona Akhlak Rasulullah SAW


AFB - Suatu ketika Rasulullah SAW berjalan di Kota Makkah. Beliau melihat seorang wanita tua menunggu seseorang yang bisa dimintai tolong membawakan barangnya.

Benar saja, begitu Rasulullah lewat di depan nya, ia memanggil, “Ya ahlal Arab! Tolong bawakan barang ini, nanti akan kubayar.” Rasulullah SAW sengaja lewat di hadapan nenek itu karena bermaksud hendak menolong nya.

Maka, ketika Rasulullah menghampirinya, beliau segera mengangkat barang-barang itu seraya berkata, “Aku akan mengangkatkan barangmu tanpa bayaran.” Nenek tua itu amat senang mendengar perkataan tersebut karena selama ini amat jarang orang membantu nya tanpa pamrih.

Biasa nya, walaupun tidak meminta, tetapi jika dia memberi bayaran, orang dengan senang hati akan menerimanya. Dia pandangi wajah Nabi Muhammad yang bersih dan teduh. Dia yakin anak muda yang menolong nya kini adalah seorang pemuda yang berbudi luhur.

Di tengah perjalanan wanita itu menasihati Rasul. “Kabarnya di Kota Makkah ini ada seorang yang mengaku nabi, nama nya Muhammad. Hati-hatilah engkau dengan orang itu. Jangan sampai engkau terpedaya dan mempercayai nya.”

Nenek tua itu sama sekali tidak tahu bahwa pemuda yang  menolong nya dan kini bersama nya adalah Nabi Muhammad, sang nabi. Maka, Rasul SAW berkata kepadanya, “Aku ini Muhammad...” Nenek tua itu terperangah mengetahui pemuda yang menolongnya ada lah Muhammad yang diceritakannya.

Maka, pada saat itu juga nenek itu langsung meminta maaf dan bersyahadat. Ia pun kemudian memuji akhlak Rasul. “Sungguh engkau memiliki akhlak yang luhur.”

Narasi ini hanya buih kecil dari samudra nan luas dari pesona akhlak yang dimiliki sang junjungan Nabi SAW. Sifat luhur ini pula lah yang mulai tergerus oleh gelegak zaman yang terus menerus mengobarkan sifat egoistis dan individualistis.

Di zaman modern ini, banyak orang yang tampak sangat pelit untuk menolong sesama. Kalau pun mau, itu dilakukan karena pamrih (ingin balasan). Padahal, manis dan indah nya kehidupan justru ketika satu sama lain saling memberi dan mau berkorban, lalu mengisinya dengan cinta. Semangat berkorban dan memberi itu merupakan ruh dari etika Islam.

Misalnya kita belum disebut silaturahim kalau hanya membalas kunjungan seseorang, atau memberi sesuatu kepada orang yang pernah memberi kita.

“Penyambung tali kerabat (silaturahim) itu bukan orang yang membalas (hubungan) serupa, melainkan penyambung tali kerabat adalah orang yang jika sanak keluarganya memutuskan hubung n dengannya, ia justru menyambungkan-nya.” (HR  Bukhari).

Rasulullah SAW sudah mengajarkan kita prinsip hidup teramat agung. Contohnya, segala kesukaran harus dihadapi dengan lapang dada, dan setiap kejahatan dibalas
dengan kebaikan.

“Sungguh aku butuh naungan seorang teman yang tetap jernih dan bening bila aku mengeruhkannya,” pekik Abul Atahiyah, sufi penyair terkenal di era Khalifah Harun ar-Rasyid (w. 211 H/ 828 M).

Ketika syair itu dikumandangkan oleh Mukhariq di hadapan al-Makmun, sang khalifah pun menyahut, “Wahai Mukhariq, ambil kekhalifahanku dan berikan teman ini kepadaku.”

Makmun Nawawi (ROL).

Friday

KATA - KATA NASEHAT IMAM AL- GHAZALI


AFB - Belum pernah saya berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwa saya sendiri, yang kadang-kadang membantu saya dan kadang-kadang menentang
saya. (Imam Al Ghazali)

Barangsiapa yang memilih harta dan anak – anaknya daripada apa yang ada di sisi Allah, niscaya ia rugi dan tertipu dengan kerugian yang amat besar. (Imam Al Ghazali)

Barangsiapa yang menghabiskan waktu berjam – jam lamanya untuk mengumpulkan harta kerana ditakutkan miskin, maka dialah sebenarnya orang yang miskin. (Imam Al Ghazali)

Barangsiapa yang meyombongkan diri kepada salah seorang daripada hamba – hamba Allah, sesungguhnya ia telah bertengkar dengan Allah pada haknya. (Imam Al Ghazali)


Berani adalah sifat mulia kerana berada di antara pengecut dan membuta tuli. (Imam Al Ghazali)

Pemurah itu juga suatu kemuliaan kerana berada di antara bakhil dan boros. (Imam Al Ghazali)

Bersungguh – sungguhlah engkau dalam menuntut ilmu, jauhilah kemalasan dan kebosanan karena jika tidak demikian engkau akan berada dalam bahaya kesesatan. (Imam Al Ghazali)

Cinta merupakan sumber kebahagiaan dan cinta terhadap Allah harus dipelihara dan dipupuk, suburkan dengan shalat serta ibadah yang lainnya. (Imam Al Ghazali)

Ciri yang membedakan manusia dan hewan adalah ilmu. Manusia adalah manusia mulia yang mana ia menjadi mulia kerana ilmu, tanpa ilmu mustahil ada kekuatan. (Imam Al Ghazali)

Hadapi kawan atau musuhmu itu dengan wajah yang menunjukkan kegembiraan, kerelaan penuh kesopanan dan ketenangan. Jangan menampakkan sikap angkuh dan sombong.
(Imam Al Ghazali)

Ilmu itu kehidupan hati daripada kebutaan, sinar penglihatan daripada kezaliman dan tenaga badan daripada kelemahan. (Imam Al Ghazali)

Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal dikendalikan maka kita akan menjadi penghuni neraka. (Imam Al Ghazali)

Kita tidak akan sanggup mengekang amarah dan hawa nafsu secara keseluruhan hingga tidak meninggalkan bekas apapun dalam diri kita. Namun jika mencoba untuk mengendalikan keduanya dengan cara latihan dan kesungguhan yang kuat, tentu kita akan bisa. (Imam Al Ghazali)

Sifat utama pemimpin ialah beradab dan mulia hati. (Imam Al Ghazali)

Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan. (Imam Al Ghazali)

Kalau besar yang dituntut dan mulia yang dicari,maka payah melaluinya, panjang jalannya dan banyak rintangannya.
(Imam Al Ghazali)

Jadikan kematian itu hanya pada badan kerana tempat tinggalmu ialah liang kubur dan penghuni kubur sentiasa menanti kedatanganmu setiap masa.  (Imam Al Ghazali)

Pelajari ilmu syariat untuk menunaikan segala perintah Allah SWT dan juga ilmu akhirat yang dapat menjamin keselamatanmu di akhirat nanti. (Imam Al Ghazali)

Menuntut ilmu adalah taqwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad.
(Imam Al Ghazali)

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. (Imam Al Ghazali)