Showing posts with label Alutsista. Show all posts
Showing posts with label Alutsista. Show all posts

Friday

Indonesia Siap Bangun Alutsista Strategis Buatan Dalam Negeri


AFB - Pemerintah Republik Indonesia berusaha keras guna mempercepat peningkatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Strategis   buat keperluan pertahanan Indonesia.


Kementerian Pertahanan telah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) buat menggenjot produksi alutsista mutakhir buat mengganti mesin tempur uzur.


Menurut staf ahli kelembagaan bidang kerjasama Kementerian Pertahanan, Zilmi Karim, pemerintah telah membidik sepuluh pengadaan alutsista dari berbagai jenis. Antara lain kapal selam, program pesawat tempur KXF-EXF bekerjasama dengan Korea Selatan, tank kelas menengah, panser amfibi, propelan atau bahan bakar roket dan rudal, radar, amunisi kaliber besar, satelit pertahanan, dan pesawat tempur tanpa awak (unmanned combat air vehicle-UCAV) atau kerap disebut drone.

Wednesday

Project Jet Tempur KFX/IFX Indonesia - Korea Kembali di Lanjutkan


AFB - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat kembali melanjutkan proyek pengembangan jet tempur Korean Fighter Xperiment (KFX)/Indonesian Fighter Xperiment (IFX). Sebelumnya pemerintah Korsel sempat menghentikan proyek ini secara sepihak.

"Ada berita gembira pengembangan pesawat KFX/IFX dilanjutkan. Beberapa waktu lalu berhenti, tetapi sekarang sudah disetujui parlemen Korea Selatan dan ditindaklanjuti," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta.

Proyek bersama yang dimulai pada 2011 lalu telah berhasil menyelesaikan tahap pertama Technology Development Phase (TD Phase) pada Desember 2012. Indonesia telah mengirim 37 insinyur ke Korea selatan.

Sunday

Indonesian Navy Eyeing Russian Submarines


AFB - The Indonesian military (TNI) chief Gen. Moeldoko, confirmed that TNI is studying the possibility of strengthening its submarine fleet with Russian Kilo Class submarines.

"Currently we are still studying and calculating the plan to strengthen our defense in the water territory.

"It would be great if we could acquire the Kilo Class submarines, which have a long firing range of guided missiles," Moeldoko said here on Sunday.

The type of Kilo Class submarine named Kiloklav could hit a target as long as 400 kilometers away from sub-surface to surface.

Earlier the Navy chief of staff Admiral Marsetio said a navy technical team would be sent to Russia to study a submarine offer.

Indonesia will also acquire three units of submarine from South Korea to add to the two units the navy already has at present.

Saturday

Senapan Serbu "SS-2" Buatan PT.PINDAD di Minati Negara Lain


AFB - Setelah sebelumnya senapan SS-1 sukses dipakai beberapa negara dikawasan Afrika, Amerika Selatan dan Asia tenggara, kini PT. Pindad mulai mempromosikan Senapan SS-2.


Sejumlah negara diantaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Uganda, Timor Leste, Kongo, Arab Saudi, Iran, Kamboja, Laos serta Irak tertarik memborong senapan SS2 buatan Indonesia.

Monday

Indonesia-Rusia Kerjasama Bangun Kapal Selam


AFB - Sejak dicanangkannya Rencana Pembangunan Kekuatan Pertahanan (Bangkuathan) pada tahun 2010 yang tertuang dalam Rencana Strategis I, II dan III (Renstra), pemerintah berupaya untuk membangun armada kapal selam Indonesia.

Seperti diketahui wilayah Indonesia memiliki tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang disebut dengan SLOC (Sea Lines of Communication) dimana untuk wilayah timur Indonesia, SLOC/ALKI terbagi menjadi tiga bagian. Mengingat laut di wilayah Indonesia Timur memiliki kedalaman yang cukup maka sangat dimungkinkan apabila operasi kapal selam dilakukan di wilayah Timur Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menteri pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro,saat melakukan jumpa pers dengan sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan media on line, di kantor Kemhan Jakarta. Saat melakukan jumpa pers dengan awak media, Menhan didampingi oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Dirjen Strahan Mayjen TNI Sonny E.S. Prasetyo, M.A., Dirjen Renhan Marsda TNI FHB Soelistyo, S.Sos dan sejumlah perwira tinggi di lingkungan TNI AL.

Friday

Indonesia Berencana Borong Kapal Selam Kilo Class dari Rusia


AFB - TNI Angkatan Laut (Indonesian Navy) akan membeli sejumlah kapal selam class kilo dari Rusia dalam waktu dekat ini. Tujuan pembelian kapal selam tersebut untuk menjaga pertahanan batas laut selatan Indonesia.

"Karena di laut selatan Indonesia itu termasuk laut dalam dan cocok di sana. Selain itu di laut selatan terdapat lima titik jalur yang harus dijaga apabila musuh datang," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantornya usai rapat dengan Kepala Staf Angkatan laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio dan delegasi Rusia.

Purnomo menambahkan alasan pembelian dari Rusia karena teknologi yang dimiliki negeri komunis itu sangat canggih. Kecanggihan tersebut yakni kapal selam class kilo memiliki rudal pengendali dari bawah laut ke permukaan.


"Tetapi untuk jumlah berapa yang dibeli dan barang baru atau bekas kita akan kirim tim dulu ke Rusia. Nanti tim akan melihat kondisi kapalnya seperti apa perbedaan yang baru dan bekas," katanya.

Thursday

Thales to Supply Mission Suite for Indonesian PKR Vessels


AFB - Link Y Mk2 acts as a “force multiplier”: available tactical data of participating units is shared, creating a complete and uniform tactical picture amongst users. (image : Thales)

Thales announced the signing of a contract with the Dutch shipyard Damen Schelde Naval Shipbuilding for the delivery and installation of a full mission systems suite for the two PKR class vessels under construction for the Indonesian Navy.

STIR 1.2 EO Mk2 tracking radar for gun and missile fire control (photo : Thales)

Thales will supply the latest release of the TACTICOS Combat Management System; SMART-S Mk2 surveillance radar; STIR 1.2 Mk2 EO fire control system; KINGKLIP sonar; LINK-Y datalink, as well as its naval communication and navigation systems. The first delivery is scheduled for the end of 2014. The programme is scheduled to end in 2017.

SEAL Carier: Siluman Bawah Air KOPASKA TNI Angkatan Laut


AFB - KOPASKA Dikenal punya tugas khusus dalam pertempuran bawah air, menjadikan kelengkapan persenjataan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL terbilang special dibanding unit tempur TNI lainnya. Selain sista dan alat menyelam yang punya kualifikasi khusus, sepertiCombat boat X38, senjata APS dan alat selam close circuit, dalam menunjang misi senyap di bawah air, satuan elit ini juga punya wahana transportasi bawah air yang terbilang sangat khas.
Nah, bicara tentang wahana transportasi Kopaska, di artikel terhahulu telah kami kupas mengenai Sea Shadow buatan Anteon Corporation, Panama City Beach, Florida – AS. Dan, seiring tuntutan operasi yang kian meningkat, belum lama ini Kopaska telah dilengkapi sosok siluman bawah air anyar. Yang dimaksud adalah SEAL Carrier. Beda dengan wahana transport bawah air Kopaska sebelumnya, SEAL Carrier bisa dibilang paling sangar, desain alutsista buatan Defence Consulting Europe AB, Swedia menyerupai rancangan kapal selam mini dengan balutan warna hitam, lengkap dengan dua buah sirip pada bagian depan.
SEAL Carrier kodratnya adalah wahana khusus untuk misi infiltrasi melalui bawah permukaan dengan sasaran khusus berupa dermaga laut, kapal perang, dan misi anti pembajakan. SEAL Carrier dapat menyelam hingga kedalaman 40 meter dengan kecepatan 3 – 4 knots. Saat menyelam, SEAL Carrier mengandalkan dua propeller dengan tenaga baterai 25kWh. Jenis baterai pemasok tenaga mengadopsi jenis lithium polymer. Hebatnya, selain bisa melaju di bawah air, SEAL Carrier dapat melaju dengan kecepatan tinggi di perkumaan, ibarat speed boat, SEAL Carrie di atas permukaan air dapat melaju hingga 30 knots. Pada saat melaju di permukaan, sumber tenaga beralih ke dua unit mesin diesel Rolls Royce FF270 water jet yang menghasilkan tenaga 350HP.

Welcome T-50i Golden Eagle

AFB - Tekad TNI mewujudkan kekuatan esensial minimum-nya pelan-pelan mulai terwujud, sejalan dengan kedatangan dua unit pesawat latih-taktis jet tempur T-50i Golden Eagle, di Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. 

Kedatangan kedua "Elang Emas" ini dilakukan setelah menempuh penerbangan feri dari pabriknya, Korean Aviation Industries, di Sacheon, Gyeongsang, Korea Selatan, melalui Taiwan dan Filipina, sejak beberapa hari sebelumnya. 
Adalah Panglima Komando Operasi Udara II TNI AU, Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, yang menyambut kedua unit T-50i di hanggar Skuadron Udara 15 di pangkalan udara itu, demikian keterangan tertulis TNI AU. 

T-50i yang potongannya sangat mirip dengan F-16 Fighting Falcon itu memang ditujukan menggantikan peran Hawk Mk-53 buatan British Aerospace, yang telah berdinas sejak pertengahan dasawarsa '80-an. Pesawat bermesin jet tunggal dengan awak 2 orang itu termasuk jet latih tempur canggih. Kecepatan jelajahnya pun bisa mencapai 1,5 kali kecepatan suara.

Secara kemampuan, T-50i Elang Emas yang menjadi "juara" menyingkirkan pesaing-nya, Yakovlev Yak-130 Mitten (Rusia) dan Aermacchi M-346 (Italia) memang seolah menjadi "jembatan" antara tempur taktis, latih jet tempur, dan patroli terbatas, serang udara-darat dan udara-udara, menuju tempur strategis-taktis Sukhoi Su-27Flanker series. 

Saturday

PT Dirgantara Indonesia Kembangkan Helikopter Serang Sekelas Apache


AFB - Kementerian Pertahanan akan mendorong PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk mengembangkan helikopter serang, menyusul rencana pemerintah Indonesia membeli delapan unit helikopter serang Apache AH-64 dari Amerika Serikat untuk TNI Angkatan Darat. Yang dibutuhkan satu skuadron helikopter serang atau sebanyak 16 unit," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang ditemui sesaat setelah peluncuran buku yang ditulis anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berjudul "Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan" di Jakarta.


Ia lantas menjelaskan,"Kalau kita beli delapan unit helikopter Apache, berarti baru setengah skuadron. Mungkin ada kombinasi, seperti halnya pesawat tanpa awak (UAV), setengah skuadron-nya merupakan buatan dalam negeri." Pengembangan helikopter serang yang dibangun oleh PT DI, kata dia, diharapkan spesifikasi dan kemampuannya tak jauh berbeda dengan helikopter Apache. "Mungkin spesifikasi-nya masih di bawah Apache, tetapi kemampuannya tak begitu jauh," kata Menteri pertahanan.

Thursday

Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 Pesanan Indonesia Tiba di Makassar

AFB - Perkuatan pertahanan keamanan udara di Indonesia terus bertambah. Dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 tiba di Landasan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 17.56 Wita. 


Dua pesawat Sukhoi buatan Rusia ini diangkut dengan menggunakan pesawat angkut Antonov AN-124-100 Flight Number VDA 6328 dengan pilot Panov Vadim, Salovyev Evgeny dan Validanov Rinai beserta 13 kru dari bandara Khabarovsk. Sebelum tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, pesawat Antonov sempat transit di bandara Ninoy Aq Manila. 


Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Mayor Sus Mulyadi kepada Kompas.com mengatakan, dua pesawat Sukhoi tersebut langsung dirakit di Skadron Tehnik 044 Lanud Sultan Hasanuddin oleh teknisi dari Rusia. 

Tuesday

Indonesia Beli Helikopter Apache AH-64 dari Amerika Serikat

AFB - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menandatangani kesepakatan pembelian 8 Helikopter serang jenis Apache AH-64 dari Amerika Serikat. Hal itu terungkap dalam kunjungan Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, yang berkunjung ke Indonesia Senin 26 Agustus 2013. Hagel tiba di tanah air  usai mengunjungi Malaysia.

Dalam keterangan pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro, mengatakan akan membentuk satu skuadron helikopter Apache bagi TNI Angkatan Darat. Menteri pertahanan memutuskan membeli Helikopter tersebut dalam rangka memodernisasi alutsista TNI yang sudah usang. 

Hampir 20 tahun lebih, kata Poernomo, Indonesia belum membeli peralatan militer baru. "Kami membelinya sebagai bagian dari upaya modernisasi peralatan perang militer Indonesia. Kami akui bahwa kualitas militer Indonesia masih rendah, oleh sebab itu akan terus diperbaiki," kata Poernomo.

Mengapa baru membeli Helikopter Serang Apache AH-64 saat ini, mantan Menteri ESDM itu beralasan karena ketiadaan biaya saat krisis ekonomi masih menghantam Indonesia. Sehingga pemerintah memfokuskan pada pemulihan ekonomi ketimbang modernisasi peralatan militer. "Nah, kini setelah perekonomian kami membaik, pemerintah mulai menganggarkan dana," kata Poernomo.
Namun, dia mengakui proses modernisasi peralatan militer Indonesia tidak dapat dilakukan secara cepat. Butuh proses dan harus di eksekusi secara bertahap.

Monday

Konsep Pesawat Tempur Kerjasama Indonesia-Korea Selatan


AFB - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali melanjutkan pengembangan jet tempur hasil kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan. Pada pengembangan tahap I telah dihasilkan 2 konsep jet tempur yang siap dikembangkan untuk tahap selanjutnya.

Berikut ini adalah gambar konsep jet tempur karya putra-putri Indonesia yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Tampak ada sedikit perbedaan di ekor pesawat di antara dua konsep tersebut.

Manager Komunikasi Dirgantara Indonesia Sonny S Ibrahim menjelaskan, technology development atau pengembangan teknologi yang berada di tahap I telah tuntas dilakukan. Pada tahap ini dihasilkan dua model.

TNI Beli Rudal Anti Tank Buatan Amerika

AFB - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memborong peluncur rudal anti-tank (ATGM) canggih buatan Amerika Serikat. Rudal ini mampu mengunci sasaran dan mengikuti kemana-pun target berjalan dengan daya ledak yang luar biasa.

Anti tank baru bernama Javelin ini dipamerkan dan diperagakan penggunaannya usai pembukaan latihan gabungan Garuda Shield TNI Angkatan Darat dengan Tentara AS di Pasifik (USARPAC).

Letnan Satu TNI Bonny Octavian yang memperagakan penggunaan Javelin mengatakan, jarak tembak rudal ini mencapai 2,5 kilometer. Javelin dilengkapi dengan pelacak canggih yang mampu mengunci dan menembak sasaran yang bergerak. "Waktu reload rudal ini cukup cepat, yaitu 40 detik saja," kata Bonny.
Bonny mengatakan, TNI telah memesan 25 alat pembidik dan 189 rudal anti tank Javelin buatan perusahaan Raytheon dan Lockheed Martin ini. Namun senjata ini masih dalam tahap produksi dan belum dikirim.

Selain canggih, alat ini sangat ringan dan dapat ditempatkan di bahu penyerang. Menurut laman Inetres.com, rudal Javelin berbobot 11,8 kilogram sementara alat pembidik dan peluncur hanya 6,4 kilogram. "Senjata ini selain canggih juga simpel dan ringan," kata Bonny.

Senjata ini telah dikembangkan sejak tahun 1998 oleh perusahaan Raytheon dan Lockheed Martin dengan nama proyek Javelin Joint Venture. Produksinya sendiri dimulai tahun 1994 dan dikirimkan ke barak militer di Fort Benning, Georgia pada tahun 1996.

Sunday

OSI to Supply Newbuild Indonesia Submarine Equipment

AFB - OSI Maritime Systems contracted to deliver integrated navigation systems to DSME for Indonesian Navy Type 209 SSK Program submarines.

OSI's contract is with Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), South Korea who will build three Type 209 diesel submarines (SSK) for the Indonesian Navy.

Under the terms of the agreement, OSI will deliver three Integrating Navigation and Tactical Systems, including ECPINS-W Sub software which the manufacturers say is the most advanced navigation software in the world specifically designed for the unique requirements of subsurface navigation.

About OSI OSI Maritime Systems is a leading provider of integrated navigation and tactical solutions designed for naval and maritime security operations.

Saturday

Berita Foto Latihan Gabungan (LATGAB) TNI 2013

AFB - 16.745 Prajurit TNI dan sejumlah peralatan tempur TNI mengikuti latihan gabungan di Sangatta. Berikut foto-foto Latihan Gabungan TNI yang berlangsung sukses.
Helikopter Penerbad bersiap diri

Serbuan Tank TNI AD
Paskhas TNI AU bersiap menuju Latgab
RI-1 melakukan serbuan pantai

Embarkasi Alutsista
KRI Sigma meluncurkan Rudal Exocet


Marinir menjelajah medan tempur
Situasi Latgab serbuan tank Amfibi


Presiden Sby menyaksikan parade tempur laut


MLRS Marinir menembakkan puluhan roket
Heli serbu Mi35 menghancurkan sasaran


"Kemegahan" suasana Latgab
Jet tempur F16 bersiap menyerbu




Presiden turun langsung di Latgab


Barisan Tank Marinir menuju Latgab
Berhias diri
Sukses ..... iya Pak

Jagvane 

[imagetag]
Tank Marinir
[imagetag]
MLRS Marinir
Pendaratan tank amfibi Marinir
Tank Marinir
Helikopter serbu mi35
Presiden SBY memberi arahan

Latihan Gabungan TNI 2013 telah berlangsung sukses dan memuaskan ,,, kini kita tinggal menunggu Latihan Gabungan TNI 2014 yang kabarnya menjadi Latihan Gabungan terbesar dan terlengkap. Karena pada tahun 2014 berbagai pesanan peralatan tempur dan kendaraan tempur dari dalam dan luar negeri akan tiba secara bertahap . jaya TNI ... Jayalah Negeriku...
Berbagai sumber.