Showing posts with label Rasulullah. Show all posts
Showing posts with label Rasulullah. Show all posts

Tuesday

Rahasia Sukses Berbisnis Ala Rasulullah SAW

AFB ~ Rahasia Sukses Berbisnis ala Rasulullah SAW. Kesuksesan adalah suatu impian setiap orang, Begitu juga dengan para Pebisnis
/Pengusaha.

Berbicara tentang kesuksesan dalam berbisnis, Rasulullah adalah teladan kita. Kesuksesan Beliau dapat kita pelajari Dan ikuti. Karena menurut Rasulullah, perniagaan adalah salah satu pintu rizki yang utama Dan menguntungkan.


Rasulullah pun telah membuktikannya, bagaimana perniagaan dapat memberikan keuntungan yang luarbiasa. Apa saja rahasia kesuksesan yang diterapkan oleh Rasulullah saw sehingga beliau bisa mengembangkan bisnisnya diberbagai penjuru dunia? Mari kita telusuri.

Menurut Prof. Laode, PH.D dalam buku Rasulullah Business’ School, ada 12 rahasia bisnis Rasulullah yang dapat kita pelajari dan kita terapkan dalam mengembangkan bisnis, diantara-nya adalah :

Thursday

Kisah Islami: Kesederhanaan Rasulullah dalam Kemakmuran


AFB - Pada masa Rasulullah memimpin masyarakat Madinah, selaku orang besar ia justru paling melarat, walaupun warga Madinah hidup berkecukupan.

Pada suatu hari, ketika Rasulullah mengimami Shalat Isya berjamaah, para sahabat yang jadi makmum dibuat cemas oleh keadaan nabi yang agaknya sedang sakit payah. Buktinya, setiap kali ia menggerakkan tubuh untuk rukuk, sujud dan sebagainya, selalu terdengar suara keletak-keletik, seakan-akan tulang-tulang Nabi longgar semuanya.

Maka, sesudah salam, Umar bin Khatab bertanya,”Ya, Rasullullah, apakah engkau sakit?”.

“Tidak, Umar, aku sehat,” jawab Nabi.

“Tapi mengapa tiap kali engkau menggerakkan badan dalam shalat, kami mendengar bunti tulang-tulangmu yang berkeretakan?”.

Tuesday

Tips Hidup Sehat Rasulullah SAW

AFB - TIPS SEHAT ALA RASULULLAH. Rasulullah sentiasa rapi pada setiap Kamis dan Jumat dengan memakai wangian, bercukur dan memotong kuku.

Makan Sekedarnya

Makan bila lapar dan berhenti sebelum kenyang, jika berlebihan akan membahayakan kesehatan dan mendatangkan penyakit.

Berjalan Kaki

Rasulullah selalu berjalan ke masjid, pasar, medan perang atau mengunjungi rumah sahabat. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori tubuh terbuka dan peredaran darah menjadi lancar, dengan demikian mampu mencegah penyakit termasuk penyakit jantung.

Meredam Amarah

Dalam sebuah hadis, seseorang berjumpa Rasulullah dan meminta beberapa nasehat dar Baginda. Baginda berkata 'jangan marah', dan saat diminta lagi nasehat seterusnya, baginda hanya mengulangi 'jangan marah'. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan manusia bukanlah terletak pada Fisik semata-mata tapi juga kesehatan jiwa dan mental.

Sabar

Baginda Rasul adalah seorang yang paling sabar, optimis dan gigih. Sikap ini akan memberikan dampak positif terhadap psikologi manusia.

Monday

4 Amanat Rasulullah SAW di Padang Arafah

AFB - Tepat pada 9 Dzulhijjah jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Sebagai rukun haji, wukuf merupakan kegiatan ibadah yang penting bahkan dapat disebut terpenting. Sah tidaknya berhaji ditentukan oleh berwukuf tidaknya ia di Arafah. Mereka yang sakitpun selama masih ada nafasnya dibawa ke tempat ini. Ia wukuf sebentar lalu kembali ke rumah sakit yang merawatnya.

Di Arafah inilah diturunkan ayat terakhir Alquran “Pada hari ini telah Aku sempurnakan Agama untuk kalian dan telah Aku cukupkan ni’mat-Ku kepada kalian, dan telah Aku ridloi Islam sebagai Agama kalian” (QS Al Ma’idah 3). Kegiatan yang menyertai shalat, dzikir dan do’a adalah khutbah.

Rasulullah SAW berkhutbah sebelum shalat Dzuhur dan Ashar jama qashar taqdim. Khutbah inilah yang dikenal dengan khutbah wada (khutbah terakhir) karena disampaikan saat beliau berhaji terakhir (hijjatul wada’). 

Sabda Nabi  “Ambilah dariku cara kalian bermanasik haji, mungkin sehabis tahun ini aku tidak akan menunaikan ibadah haji lagi” (HR Muslim).

Wednesday

Inspirasi: Cara Rasulullah SAW Memuliakan Istri-Nya

AFB - Alangkah baik kita menjadikan rumah tangga Rasulullah SAW sebagai teladan utama. Inilah potret rumah tangga yang diliputi berkah dan bertabur cinta. Panutan umat se jagat ini adalah sosok suami yang pandai mengistimewakan istri.

Beliau biasa memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira, yang kemerah-merahan pipinya. Kadang juga Aisy, yang dalam budaya Arab, pemenggalan huruf terakhir dari nama itu menunjukan panggilan manja sebagai tanda sayang. Tidak ada wanita yang tidak ter sanjung dipanggil demikian oleh suaminya.

Di tengah kesibukan mengurus umat, Rasulullah juga mampu menjaga keintiman bersama istri. Perhatikan penuturan Aisyah berikut. “Aku pernah mandi janabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air. Tangan kami bergantian mengambil air.” (HR Bukhari dan Muslim). Rasulullah juga pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau pernah makan daging yang sudah digigit Aisyah (HR Muslim).

Kemesraan bahkan tetap dilakukan Rasulullah ketika istri sedang dalam keadaan haid. Simak penuturan Ummu Salamah. “Ketika aku tiduran bersama Rasulullah di lantai, tiba-tiba aku haid. Aku keluar mengambil pakaian haid ku. Beliau bertanya, ‘Mengapa kamu, apakah kamu haid?’ Aku menjawab, ‘Ya’. Beliau lalu memanggil ku, dan aku tidur bersama beliau di lantai yang rendah.”

Rasulullah memang begitu memuliakan istri. Boleh jadi sebagian suami lebih nyaman keluar rumah bersama rekan, meninggalkan istri di rumah. Perhatikan sikap Rasulullah, sebagaimana kesaksian Aisyah. “Ketika hendak melakukan sebuah perjalanan, Nabi biasa membuat undian di antara para istri beliau. Siapa yang namanya keluar undian, dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah.” (HR Bukhari dan Muslim).
 

Monday

Kisah Gadis Kecil di Hari Raya

AFB - Pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah SAW seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan para muslimin dan muslimah, mukmin dan mukmin-ah agar merasa bahagia di hari raya itu. Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari raya nya.

Namun tiba-tiba Rasulullah SAW melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal- tambal dan sepatu yang telah usang. Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.

Rasulullah SAW kemudian meletakkan tangannya yang putih se-wangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?” Gadis kecil itu terkejut.

Saturday

Pesona Akhlak Rasulullah SAW


AFB - Suatu ketika Rasulullah SAW berjalan di Kota Makkah. Beliau melihat seorang wanita tua menunggu seseorang yang bisa dimintai tolong membawakan barangnya.

Benar saja, begitu Rasulullah lewat di depan nya, ia memanggil, “Ya ahlal Arab! Tolong bawakan barang ini, nanti akan kubayar.” Rasulullah SAW sengaja lewat di hadapan nenek itu karena bermaksud hendak menolong nya.

Maka, ketika Rasulullah menghampirinya, beliau segera mengangkat barang-barang itu seraya berkata, “Aku akan mengangkatkan barangmu tanpa bayaran.” Nenek tua itu amat senang mendengar perkataan tersebut karena selama ini amat jarang orang membantu nya tanpa pamrih.

Biasa nya, walaupun tidak meminta, tetapi jika dia memberi bayaran, orang dengan senang hati akan menerimanya. Dia pandangi wajah Nabi Muhammad yang bersih dan teduh. Dia yakin anak muda yang menolong nya kini adalah seorang pemuda yang berbudi luhur.

Di tengah perjalanan wanita itu menasihati Rasul. “Kabarnya di Kota Makkah ini ada seorang yang mengaku nabi, nama nya Muhammad. Hati-hatilah engkau dengan orang itu. Jangan sampai engkau terpedaya dan mempercayai nya.”

Nenek tua itu sama sekali tidak tahu bahwa pemuda yang  menolong nya dan kini bersama nya adalah Nabi Muhammad, sang nabi. Maka, Rasul SAW berkata kepadanya, “Aku ini Muhammad...” Nenek tua itu terperangah mengetahui pemuda yang menolongnya ada lah Muhammad yang diceritakannya.

Maka, pada saat itu juga nenek itu langsung meminta maaf dan bersyahadat. Ia pun kemudian memuji akhlak Rasul. “Sungguh engkau memiliki akhlak yang luhur.”

Narasi ini hanya buih kecil dari samudra nan luas dari pesona akhlak yang dimiliki sang junjungan Nabi SAW. Sifat luhur ini pula lah yang mulai tergerus oleh gelegak zaman yang terus menerus mengobarkan sifat egoistis dan individualistis.

Di zaman modern ini, banyak orang yang tampak sangat pelit untuk menolong sesama. Kalau pun mau, itu dilakukan karena pamrih (ingin balasan). Padahal, manis dan indah nya kehidupan justru ketika satu sama lain saling memberi dan mau berkorban, lalu mengisinya dengan cinta. Semangat berkorban dan memberi itu merupakan ruh dari etika Islam.

Misalnya kita belum disebut silaturahim kalau hanya membalas kunjungan seseorang, atau memberi sesuatu kepada orang yang pernah memberi kita.

“Penyambung tali kerabat (silaturahim) itu bukan orang yang membalas (hubungan) serupa, melainkan penyambung tali kerabat adalah orang yang jika sanak keluarganya memutuskan hubung n dengannya, ia justru menyambungkan-nya.” (HR  Bukhari).

Rasulullah SAW sudah mengajarkan kita prinsip hidup teramat agung. Contohnya, segala kesukaran harus dihadapi dengan lapang dada, dan setiap kejahatan dibalas
dengan kebaikan.

“Sungguh aku butuh naungan seorang teman yang tetap jernih dan bening bila aku mengeruhkannya,” pekik Abul Atahiyah, sufi penyair terkenal di era Khalifah Harun ar-Rasyid (w. 211 H/ 828 M).

Ketika syair itu dikumandangkan oleh Mukhariq di hadapan al-Makmun, sang khalifah pun menyahut, “Wahai Mukhariq, ambil kekhalifahanku dan berikan teman ini kepadaku.”

Makmun Nawawi (ROL).