Showing posts with label Helikopter. Show all posts
Showing posts with label Helikopter. Show all posts

Saturday

PT Dirgantara Indonesia Kembangkan Helikopter Serang Sekelas Apache


AFB - Kementerian Pertahanan akan mendorong PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk mengembangkan helikopter serang, menyusul rencana pemerintah Indonesia membeli delapan unit helikopter serang Apache AH-64 dari Amerika Serikat untuk TNI Angkatan Darat. Yang dibutuhkan satu skuadron helikopter serang atau sebanyak 16 unit," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang ditemui sesaat setelah peluncuran buku yang ditulis anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berjudul "Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan" di Jakarta.


Ia lantas menjelaskan,"Kalau kita beli delapan unit helikopter Apache, berarti baru setengah skuadron. Mungkin ada kombinasi, seperti halnya pesawat tanpa awak (UAV), setengah skuadron-nya merupakan buatan dalam negeri." Pengembangan helikopter serang yang dibangun oleh PT DI, kata dia, diharapkan spesifikasi dan kemampuannya tak jauh berbeda dengan helikopter Apache. "Mungkin spesifikasi-nya masih di bawah Apache, tetapi kemampuannya tak begitu jauh," kata Menteri pertahanan.

Tuesday

Indonesia Beli Helikopter Apache AH-64 dari Amerika Serikat

AFB - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menandatangani kesepakatan pembelian 8 Helikopter serang jenis Apache AH-64 dari Amerika Serikat. Hal itu terungkap dalam kunjungan Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, yang berkunjung ke Indonesia Senin 26 Agustus 2013. Hagel tiba di tanah air  usai mengunjungi Malaysia.

Dalam keterangan pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro, mengatakan akan membentuk satu skuadron helikopter Apache bagi TNI Angkatan Darat. Menteri pertahanan memutuskan membeli Helikopter tersebut dalam rangka memodernisasi alutsista TNI yang sudah usang. 

Hampir 20 tahun lebih, kata Poernomo, Indonesia belum membeli peralatan militer baru. "Kami membelinya sebagai bagian dari upaya modernisasi peralatan perang militer Indonesia. Kami akui bahwa kualitas militer Indonesia masih rendah, oleh sebab itu akan terus diperbaiki," kata Poernomo.

Mengapa baru membeli Helikopter Serang Apache AH-64 saat ini, mantan Menteri ESDM itu beralasan karena ketiadaan biaya saat krisis ekonomi masih menghantam Indonesia. Sehingga pemerintah memfokuskan pada pemulihan ekonomi ketimbang modernisasi peralatan militer. "Nah, kini setelah perekonomian kami membaik, pemerintah mulai menganggarkan dana," kata Poernomo.
Namun, dia mengakui proses modernisasi peralatan militer Indonesia tidak dapat dilakukan secara cepat. Butuh proses dan harus di eksekusi secara bertahap.

Sunday

PT Dirgantara Indonesia Serahkan 6 Unit HelikopterBell- 412 EP ke TNI AD



Bandung (AB), Industri pertahanan dalam negeri kembali membuktikan telah memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan Alutsista TNI. Hal tersebut dibuktikan dengan diserahterimakannya enam unit Helikopter Angkut tipe Bell-412 EP produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) kepada TNI AD.

Proses serah terima ditandai dengan penandatanganan serah terima dan dokumen penyerahan enam unit Helikopter angkut oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso kepada Kementerian Pertahanan dalam hal tersebut diwakili Kabarahanan Kemhan Laksamana Muda TNI Rachmad Lubis, Jum’at (15/3) di Hanggar Rotary Wing KP II PT DI, Bandung. Acara serah terima dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI dan Mabes TNI AD.

Selanjutnya dari Kemhan diserahterimakan kepada Mabes TNI yang diwakili Aslog Panglima TNI Mayjen TNI H. Hari Krisnowo, kemudian diserahkan kepada TNI AD yang diwakili Aslog Kasad Mayjen TNI P. Prastyanto, S.I.P., S.E., dan terakhir diserahkan kepada Danppuspenerbad Brigadir Jenderal Mochammad Afifudiing selaku pengguna enam unit Helikopter.

Penyerahan enam unit Helikopter Angkut type Bell-412 EP didasarkan pada Kontrak Jual Beli enam unit Helikopter Angkut No. TRAK/145/PLN/III/2012/AD tanggal 6 Maret 2012, antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan sumber dana dari Fasilitas Kredit Ekspor Tahun Anggaran 2009.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang tidak sempat hadir dalam acara tersebut dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kabaranahan Kementerian pertahanan mengatakan, dengan telah diserahkannya enam unit Helikopter Angkut Bell-412 EP dari PT Dirgantara Indonesia kepada TNI AD ini membuktikan bahwa kemampuan industri pertahanan dalam negeri khususnya PT DI ikut berperan memenuhi kebutuhan Alutsista TNI AD.

Pengadaan helikopter ini juga merupakan kepercayaan dari pemerintah terhadap kemampuan PT Dirgantara Indonesia dan merupakan bukti nyata komitmen pemerintah terhadap penggunaan produksi industri pertahanan dalam negeri.

Lebih lanjut Menteri pertahanan mengungkapkan keyakinannya bahwa PT Dirgantara Indonesia akan berupaya secara maksimal dengan komitmen yang tinggi untuk memproduksi kebutuhan Alutsista TNI AD sesuai rencana dan program yang telah ditetapkan. “Ke depan dalam rangka mendukung kemandirian produksi alutsista dalam negeri, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan, tetap concern dan terus melakukan berbagai terobosan, termasuk melakukan penyiapan perangkat lunak peraturan perundang undangan dalam mendukung pengembangan industri dalam negeri dalam rangka meminimalkan ketergantungan pengadaan Alutsista dari luar negeri”, ungkap Menteri pertahanan.

Mengakhiri sambutannya, Menteri pertahanan menyampaikan ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Direksi dan jajaran PT Dirgantara Indonesia atas penyerahan 6 unit Helikopter Serbu Bell-412 EP kepada TNI AD.

Menteri pertahanan berharap PT Dirgantara Indonesia terus dapat memacu diri meningkatkan profesionalisme, sehingga pada masa yang akan datang PT DI dapat tumbuh menjadi industri kebanggaan bangsa yang mandiri dan mampu bersaing dengan industri pertahanan. Sedangkan kepada TNI AD, Menteri pertahanan menyampaikan ucapkan selamat atas penambahan kekuatan Alutsista dengan berharap agar Alutsista tersebut dapat dioperasikan dan dipelihara dengan baik, sehingga mampu mendukung kegiatan satuan, khususnya kebutuhan operasi secara optimal.

Sementara itu,Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso berharap dengan penyerahan enam Helikopter ini akan membawa pengaruh besar bagi kemampuan TNI, khususnya TNI AD dalam menghadapi tugas tugasnya yang semakin berat.

Lebih lanjut dikatakan sejauh ini PT Dirgantara Indonesia menyadari bahwa kebutuhan Alutsista bagi TNI akan terus meningkat. Hal ini tentu sejalan dengan tantangan yang semakin beragam sehingga upaya antisipasi harus terus dioptimalkan. PT Dirgantara Indonesia, sebagai salah satu penyedia produk Alutsista, tentunya harus terus berupaya untuk dapat memenuhi tuntutan yang diminta.

Menurutnya, TNI AD selama ini merupakan pengguna terbesar helikopter - helikopter produksi PT Dirgantara Indonesia, dan di masa yang akan datang, dan PT Dirgantara Indonesia mengharapkan TNI AD akan tetap mempercayakan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan Helikopternya pada PT Dirgantara Indonesia.


Helikopter type Bell-412 EP adalah merupakan Helikopter serbaguna yang ditenagai oleh sepasang engine, Pratt & Whitney PT6T-3D, dengan 4 bilah rotor utama dan 2 bilah rotor ekor. Helikopter ini termasuk kelas menengah dan diawaki oleh 2 orang pilot dan ko-pilot serta mampu mengangkut 13 penumpang.



Sumber: DMC